Cara memotret di atas kapal
- Haluan dan buritan: pandangan paling luas, cocok untuk foto panorama dan pantulan di permukaan sungai; tetapi goyangannya paling terasa, berpeganglah pada pagar atau pegangan.
- Sisi samping: cocok untuk memotret fasad gedung di seberang dan jembatan, bisa mendapat komposisi horizontal yang lebih utuh.
- Tepi dek: lebih dekat ke permukaan air, pantulan lebih utuh, perhatikan pijakan dan arus orang di belakang.
Kesulitan utamanya adalah kapal yang bergerak. Solusinya: naikkan kecepatan rana, tingkatkan ISO secukupnya, aktifkan stabilisasi gambar; saat memotret bangunan statis, tekan tombol rana pada segmen lurus saat kecepatan kapal cukup stabil.
Cara memotret dari darat
- Melihat dari ketinggian: paling langsung untuk memotret pertemuan dua sungai dan garis jembatan, cocok dengan lensa sudut lebar.
- Mendatar dari tepi sungai: memotret pantulan dan tekstur permukaan air, cocok dengan lensa sedang.
- Membidik dari bawah jarak dekat: memotret kesan bertingkat bangunan rumah panggung, komposisi vertikal lebih memberi kesan kuat.
Panduan pengaturan (juga berlaku untuk ponsel)
- Utamakan mengunci eksposur, tekan bagian highlight (cahaya lampu) agar tidak menjadi putih polos.
- Mode malam jangan dipaksakan dengan eksposur panjang tanpa penyangga; sandarkan pada benda tetap atau langsung naikkan kecepatan rana.
- Saat memotret pantulan, turunkan posisi kamera, mendekati permukaan air jelas meningkatkan hasil.
- Jangan menaikkan kecerahan berlebihan—cita rasa foto malam ada di bagian gelap, jika semuanya diterangkan akan menjadi abu-abu kusam.
Daftar hal yang perlu dihindari
- Pantulan kaca di kapal: dekatkan lensa ke kaca, halangi cahaya dari samping dengan tangan.
- Terhalang kerumunan: ambil posisi lebih awal, atau beralih ke pemotretan dari ketinggian untuk menghindari kepala orang.
- Lensa kotor: uap air sungai mudah mengaburkan lensa, bawa kain lembut untuk menyeka.
- Baterai: suhu rendah ditambah pemotretan lama, daya terkuras lebih cepat dari perkiraan, bawa power bank.